Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

konferensi pers: Panitia Pastikan Gawai Dayak XV Sekadau Siap Digelar, DAD Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Lestarikan Budaya

Sekadau, dermagafm.com – Panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026 menyatakan seluruh persiapan pelaksanaan Gawai Dayak telah rampung. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Lupung Coffee, Sekadau, Rabu (15/7/2026).

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai koordinasi, termasuk beraudiensi dengan Kapolres Sekadau, guna memastikan pelaksanaan Gawai Dayak berjalan aman, tertib, dan lancar.

Menurut Jeffray, koordinasi tersebut penting karena kegiatan Gawai Dayak akan dihadiri oleh utusan dari tujuh kecamatan, sanggar-sanggar, paguyuban, tokoh masyarakat, masyarakat umum, serta tamu undangan dari berbagai daerah. Bahkan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat dijadwalkan turut menghadiri pembukaan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau.

"Kami telah melakukan audiensi dengan Kapolres Sekadau sebagai bentuk kesiapan bersama dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan Gawai Dayak. Kegiatan ini akan dihadiri oleh utusan tujuh kecamatan, sanggar seni, paguyuban, masyarakat umum, serta tamu-tamu penting dari luar daerah," ujar Jeffray.

Ia menegaskan, Gawai Dayak bukan sekadar perayaan adat, melainkan momentum untuk mempererat persaudaraan antarsesama masyarakat Dayak sekaligus memperkuat pelestarian budaya dan jati diri masyarakat adat.

Selain sebagai ajang budaya, menurut Jeffray, pelaksanaan Gawai Dayak juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

"Gawai Dayak menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui UMKM. Perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

"Budaya yang diwariskan oleh para leluhur harus terus dijaga, dipelihara, dan dikembangkan agar tetap hidup. Generasi muda harus mengenal dan bangga terhadap budaya Dayak," ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Jeffray mengimbau seluruh peserta dan pengunjung untuk menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, serta saling menghormati selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Ketua Panitia PGD XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026, Bernadus Mohtar, menyampaikan bahwa panitia yang dibentuk sekitar tiga bulan lalu oleh DAD Kabupaten Sekadau telah menyelesaikan seluruh persiapan.

"Pada hari ini kami menyampaikan bahwa panitia Gawai Dayak Kabupaten Sekadau Tahun 2026 sudah siap melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan," ujarnya.

Bernadus menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai pada 20 Juli 2026 dengan Misa Pembukaan Gawai Dayak. Setelah itu dilanjutkan rapat koordinasi bersama DAD kecamatan dan seluruh pengurus paguyuban di Kabupaten Sekadau.

Pada sore harinya, Bupati Sekadau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan meninjau kesiapan lokasi kegiatan di Bentang Youth Center.

Pembukaan resmi Gawai Dayak akan dilaksanakan pada 21 Juli 2026, diawali dengan Display Budaya yang dimulai pukul 07.00 WIB.

Menurut Bernadus, pelaksanaan Gawai Dayak XV berlangsung hingga 25 Juli 2026 di Bentang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Sekadau.

Tahun ini, Sub Suku Dayak Benawas dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Gawai Dayak. Sub Suku Dayak Benawas tersebar di dua wilayah, yakni Kecamatan Sekadau Hilir dan Kecamatan Sekadau Hulu, yang terdiri atas 13 kampung.

"Seluruh masyarakat Sub Suku Dayak Benawas sudah siap menjadi tuan rumah Gawai Dayak ke-15," katanya.

Selain berbagai ritual adat, Gawai Dayak tahun ini akan diisi dengan beragam perlombaan, antara lain lomba seni kreasi, lomba Pop Singer Lagu Dayak Dewasa, lomba busana Dayak anak usia 5–9 tahun, pemilihan Bujang dan Dara Gawai, lomba melukis perisai, serta permainan rakyat seperti ketapel, menyumpit, dan pangkak gasing.

Peserta lomba berasal dari utusan kecamatan dan paguyuban yang ada di Kabupaten Sekadau. Sementara itu, Display Budaya akan dinilai khusus bagi utusan kecamatan dan paguyuban, sedangkan organisasi masyarakat dan pelajar akan ikut memeriahkan kegiatan tanpa penilaian.

Ketua Panitia menjelaskan, tema Gawai Dayak XV Tahun 2026 adalah "Melestarikan Adat dan Budaya Dayak sebagai Jati Diri dalam Membangun Sekadau yang Berbudaya dan Berkelanjutan." Tema tersebut selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Sekadau.

Panitia juga menegaskan akan menerapkan aturan tegas selama pelaksanaan kegiatan. Apabila terjadi keributan yang dilakukan oleh pengunjung, panitia akan memberikan sanksi sesuai ketentuan adat Suku Benawas yang berlaku.

"Karena tuan rumah Gawai Dayak tahun ini adalah Sub Suku Dayak Benawas, maka apabila ada pelanggaran yang mengganggu ketertiban, akan dikenakan sanksi dan denda adat sesuai hukum adat Benawas," tegas Bernadus.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sekadau maupun masyarakat dari daerah lain untuk hadir dan memeriahkan Gawai Dayak XV Tahun 2026.

Selain berbagai kegiatan budaya dan perlombaan, panitia juga menyiapkan hiburan bagi masyarakat dengan menghadirkan sejumlah artis untuk memeriahkan perayaan.

"Atas nama panitia, kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk datang bersama-sama memeriahkan Gawai Dayak di Bentang Youth Center. Mari kita sukseskan Gawai Dayak dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersamaan," pungkasnya. (Ika)

Editor: Pen Jab Radio Dermaga 

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Berita Lainnya