Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Pelajaran dari Banjir Bandang di Sumatera: Paulos Hadi Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Masyarakat di Daerah Aliran Sungai Kalimantan

Paulos Hadi S.IP M.Si saat di Radio April 2025
Sekadau, dermagafm.com – Anggota DPR RI Paulos Hadi, S.IP., M.Si menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Menurutnya, bencana yang berulang ini harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan.

Dalam pernyataannya yang dikirimkan melalui WA kepada Radio Dermaga,  Paulos Hadi menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor tidak hanya terjadi di wilayah Sumatera, tetapi juga berpotensi besar mengancam kawasan lain, terutama daerah-daerah yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) di Pulau Kalimantan dan pulau-pulau lainnya.

“Kita prihatin atas musibah banjir bandang di Sumbar, Sumut, dan Aceh. Namun pemerintah pusat juga perlu memikirkan kondisi masyarakat yang hidup di sepanjang DAS, termasuk di Kalimantan. Mereka berada di wilayah yang rentan bencana dan selama ini menjadi penyangga serta penjaga hutan,” ujar Paulos Hadi.

Kepada Pak Nico Pimpinan Radio Dermaga yang selama ini terus menerus mengajak masyarakat untuk jaga dan lestarikan hutan, Ia menyoroti bahwa masyarakat adat yang bermukim di pinggir sungai dan kawasan hutan memiliki peran sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Namun, menurutnya, kesejahteraan mereka masih jauh dari layak.

“Masyarakat adat sudah bertahun-tahun menjaga hutan dan menjadi benteng alam. Tapi kehidupan mereka sering kali hanya sekadar cukup untuk bertahan. Tugas mereka luar biasa, namun apresiasi dan perhatian negara terhadap mereka belum maksimal,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, Paulos Hadi mendorong agar pemerintah pusat segera menyiapkan program sosialisasi dan pendampingan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar DAS dan kawasan hutan. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mitigasi bencana, tata kelola lingkungan, serta memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah rentan.

“Pendampingan harus dilakukan sejak dini. Pemerintah perlu hadir memberikan edukasi, pelatihan, dan dukungan agar masyarakat yang hidup di pinggir sungai dan di dalam atau sekitar hutan makin siap dan terlindungi,” tegasnya.

Paulos Hadi berharap perhatian pemerintah terhadap masyarakat adat dan penjaga hutan tidak hanya muncul ketika terjadi bencana, tetapi menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang yang konsisten.

Paulos Hadi juga mengucapkan terima kasih kepada radio Dermaga sebagai  satu-satunya radio penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia beberapa waktu yang lalu - yang saat ini terus mengajak masyarakat lestarikan budaya dann hutan melalui program Sekolah Adatnya (NB)

Editor: Penanggung Jawab Radio Dermaga.

Tinggalkan Komentar

Berita Baru Berita Lainnya