Sekadau, dermagafm.com - Lebih dari 2.000 umat Katolik Sekadau dan sekitarnya memadati Misa Rabu Abu di Gereja Agung Sekadau, Rabu sore (18/2/2026).
Perayaan yang menandai awal Masa Prapaskah ini misa dipimpin Pastor Jhon CP dan didamping pastor Tarsisius Taruki CP, rektor Seminari Sto Gabriel Sekadau. Misa berlangsung khidmat sejak pukul 18.00 hingga selesai.
Pihak paroki menggelar dua kali misa untuk mengakomodasi membludaknya jumlah umat yang hadir, dimana misa pertama dilakukan di gereja Sto Petrus dan Paulus Sekadau pukul 06.00 - 08.00 yang juga dipenuhi oleh umat Katolik.
Dalam homilinya, Pastor Jhon CP menegaskan makna pertobatan sejati sebagaimana tertulis dalam Injil Injil Matius 6:1-18. Umat diajak menjalani tiga pilar utama Masa Prapaskah, yakni sedekah, doa, dan puasa, dengan hati tulus serta tidak mencari pujian manusia.
Mengutip sabda Yesus, pastor mengingatkan, “Apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu seperti yang dilakukan orang munafik.” Ia menegaskan, kebaikan yang dilakukan dengan maksud pamer hanya akan memperoleh pujian sementara, bukan berkat rohani dari Tuhan.
Umat juga diajak berdoa dengan sikap rendah hati. “Jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi,” demikian pesan Injil yang kembali ditegaskan dalam khotbah. Pastor menekankan, doa bukan soal penampilan lahiriah, melainkan relasi pribadi dengan Allah.
Terkait puasa, umat diingatkan agar tidak menunjukkan wajah muram demi memperoleh simpati. “Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,” kutipnya. Pesan ini mengandung makna bahwa puasa merupakan latihan pengendalian diri dan pengorbanan yang dijalani dengan sukacita.
"Saya yakin umat Katolik itu sudah tahu saat ini sudah masuk masa puasa dan saya tahu bahwa kalau ada halangan di rumah, umat Katolik bisa mengatasinya,"tambah nya.
Ritual penerimaan abu menjadi momen yang paling menyentuh. Satu per satu umat maju menerima tanda salib abu di dahi sebagai simbol pertobatan serta pengingat bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu.
Panitia pelaksana yang terdiri dari para ketua Kring dan beberapa tokoh Umat Katolik menyampaikan apresiasi atas antusiasme umat yang begitu besar. Misa Rabu Abu tahun ini disebut sebagai salah satu yang terbanyak dihadiri dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan semangat Prapaskah, umat diharapkan semakin memperdalam iman melalui tindakan kasih yang tulus, doa yang tekun, serta puasa yang membawa pembaruan hidup, bukan sekadar rutinitas tahunan. (Ika)
Editor: penJab radio dermaga

