![]() |
| Foto bersama Ketua Mangkok Merah dan Sekretarisnya |
Hal ini disampaikan oleh Ketua Mangkok Merah Kabupaten Sekadau. Thomas Teguh saat hadir ke radio Dermaga, didampingi oleh Sekretaris dan team ny pada hari Senin 23 Maret 2026.
Menurut Ketua Mangkok Merah, dalam praktiknya di masa lalu, Mangkok Merah digunakan sebagai simbol penyampaian pesan yang bersifat darurat, seperti ajakan berkumpul atau tanda bahaya. Simbol ini memiliki kekuatan kolektif yang mampu menggerakkan masyarakat secara cepat karena mengandung nilai kepercayaan dan solidaritas yang tinggi di kalangan komunitas Dayak.
Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan kondisi sosial masyarakat, makna Mangkok Merah mengalami transformasi. Kini, tradisi tersebut tidak lagi semata-mata dimaknai sebagai simbol mobilisasi, tetapi berkembang menjadi lambang komunikasi damai, persatuan, serta solidaritas lintas generasi.
Ketua Mangkok Merah Kabupaten Sekadau, Thomas Teguh, menegaskan bahwa nilai utama yang terkandung dalam tradisi ini adalah semangat kebersamaan dan keharmonisan.
“Mangkok Merah bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan jembatan komunikasi yang mengingatkan kita akan pentingnya persatuan, perdamaian, dan saling menghormati di tengah keberagaman,” ujar Thomas, Putra Bungsu (alm) pak Delima, seorang tokoh Dayak pendukung utama Radio Dermaga ini.
Menurut dia, nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang semakin beragam, sehingga diperlukan simbol pemersatu yang mampu menjaga keharmonisan sosial.
Lebih lanjut, Thomas menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan tradisi Mangkok Merah. Ia menilai, tanpa keterlibatan generasi penerus, nilai-nilai budaya berpotensi memudar seiring arus modernisasi.
“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya. Bukan hanya mengetahui, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” katanya.
Sebagai bentuk konkret pelestarian budaya sekaligus penguatan kelembagaan, akan dilaksanakan kegiatan Pengukuhan dan Pelantikan Mangkok Merah Kabupaten Sekadau pada Sabtu (28/3/2026) di wilayah Kabupaten Sekadau. yang bertempat di gedung Kateketik Sekadau.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai persatuan dan kebudayaan lokal. Selain itu, acara tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal makna dan filosofi Mangkok Merah.
Thomas pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir. Mari bersama-sama kita jaga warisan budaya ini sebagai alat pemersatu dan komunikasi damai bagi semua generasi,” ujarnya.
Melalui upaya pelestarian yang berkelanjutan, Mangkok Merah diharapkan tidak hanya menjadi simbol budaya yang dikenang, tetapi juga tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat modern sebagai wujud nyata persatuan, kebersamaan, dan identitas budaya Kabupaten Sekadau.
Sebagai informasi, pengumuman pelantikan MM ini juga bisa dilihat di Tiktok @dermagamedia Sekadau (NB).
Editor: Penanggung Jawab Radio Dermaga
