Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Agnes Bangga Menjadi Peserta Sekolah Adat Arus Kualant, Makin Percaya Diri dan Cinta Budaya Lokal

 

Agnes, peserta Sekolah Adat Arus Kualant

Sekadau, dermagafm.com – Semangat pelestarian budaya lokal terus tumbuh di kalangan generasi muda melalui kegiatan Sekolah Adat Arus Kualant yang berada di Kecamatan Balai Berkuak, Kabupaten Ketapang. Salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat dari sekolah adat tersebut adalah Agnes, seorang siswi yang mengaku bangga dapat bergabung dan belajar bersama di lingkungan yang sarat nilai budaya Dayak.

Hal ini disampaikan oleh Plorenthyna Dessy perintis Sekolah Adat Arus Kualan ke Radio Dermaga sekadau, belum lama ini, yakni adek Agnes, siswi kelas 6 SDN Balai Berkuak.

Menurut Agnes, keikutsertaannya di Sekolah Adat Arus Kualant telah memberikan banyak pengalaman berharga yang tidak ia dapatkan di bangku sekolah formal. Selain mengenal lebih dalam tentang adat istiadat dan budaya leluhur, ia juga mendapatkan pelajaran mengenai pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Agnes menuturkan bahwa salah satu perubahan terbesar yang ia rasakan setelah mengikuti kegiatan sekolah adat adalah meningkatnya rasa percaya diri. Berbagai aktivitas yang dilakukan bersama teman-teman peserta lainnya membuat dirinya berani berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat, serta lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya.

“Sejak mengikuti Sekolah Adat Arus Kualant, saya menjadi lebih percaya diri. Saya juga semakin memahami budaya kami sendiri dan merasa bangga menjadi bagian dari masyarakat Dayak,” ujar Agnes.

Ia mengaku banyak terinspirasi oleh fasilitator sekolah adat, Plorenthina Dessy, yang selama ini aktif memberikan pendampingan kepada para peserta. Melalui berbagai materi dan kegiatan, Plorenthina terus mengajak generasi muda untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya lokal sebagai warisan yang sangat berharga.

Menurut Agnes, cara penyampaian materi yang dilakukan oleh Plorenthina Dessy membuat para peserta mudah memahami pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.

“Mbak Plorenthina selalu mengajarkan bahwa budaya adalah identitas kita. Kalau bukan generasi muda yang menjaga dan melestarikannya, maka budaya itu bisa hilang di masa depan,” katanya.

Lebih lanjut, Agnes berharap semakin banyak anak-anak dan remaja yang mau bergabung dalam kegiatan sekolah adat. Ia menilai program tersebut tidak hanya mengajarkan pengetahuan budaya, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat rasa kebersamaan di antara peserta.

Keberadaan Sekolah Adat Arus Kualant sendiri menjadi salah satu wadah penting bagi generasi muda untuk mengenal akar budayanya sejak dini. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran, para peserta diajak memahami nilai-nilai adat, kearifan lokal, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Dengan semangat yang ditunjukkan Agnes dan peserta lainnya, Sekolah Adat Arus Kualant diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran budaya yang mampu melahirkan generasi muda yang percaya diri, berkarakter, dan bangga terhadap identitas budayanya. (NB)

 

Tinggalkan Komentar

Berita Baru Berita Lainnya