Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Gawai Dayak XV Sekadau Resmi Ditutup, Sub-Suku Dayak Sekujam Ditunjuk sebagai Tuan Rumah Tahun Depan

                                         

Sekadau, DermagaFM.com – Rangkaian Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu malam (25/7/2026) di Rumah Betang Youth Center Jalan Panglima Naga Sekadau. Penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Sekadau, Aron, S.H., yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali.

Gawai Dayak yang berlangsung meriah selama lima hari, sejak 21 hingga 25 Juli 2026, dengan pemukulan Gong sebanyak 7 kali oleh Bupati Sekadau yang didampingi tamu FIF, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut diumumkan bahwa Sub-Suku Dayak Sekujam akan menjadi tuan rumah Gawai Dayak Kabupaten Sekadau pada tahun 2027.

Ketua Panitia Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026, Bernadus Motar, S.Pd, dalam laporannya mengatakan bahwa Gawai Dayak bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat persaudaraan, memelihara adat istiadat, dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Dayak.

Gawai Dayak ke-15 tahun 2026 mengusung tema "Melestarikan Adat dan Budaya Dayak sebagai Jati Diri dalam Membangun Sekadau yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan", Gawai Dayak XV menghadirkan berbagai kegiatan budaya, antara lain upacara pembukaan, pawai budaya, pertunjukan seni budaya, upacara adat Dayak Benawas, Gawai Umpan Bonih, pemilihan Bujang dan Dara Gawai, lomba tari kreasi Dayak, lomba pop singer lagu Dayak, lomba busana Dayak anak-anak, lomba seni tradisional, permainan rakyat, serta kegiatan ekonomi kreatif melalui stan kuliner khas Dayak dan makanan halal.

Ketua Panitia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan masih terdapat kekurangan.

Dalam pesannya kepada seluruh peserta, Motar mengajak masyarakat membawa pulang semangat baru dari perhelatan budaya tersebut.

"Kita pulang dari Gawai ini bukan hanya membawa foto di telepon genggam, tetapi membawa semangat baru dan keyakinan bahwa masyarakat Dayak memiliki masa depan yang lebih besar daripada sekadar menjadi penonton di tanah sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, DAD kecamatan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, aparat keamanan, sponsor, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Gawai Dayak XV.

Jeffray menegaskan bahwa Gawai Dayak Kabupaten Sekadau akan terus dilaksanakan setiap tahun berdasarkan kesepakatan DAD Kabupaten Sekadau bersama DAD kecamatan dan para ketua sub-suku Dayak.

"Untuk tahun depan, tuan rumah budaya Gawai Dayak Kabupaten Sekadau berasal dari Sub-Suku Dayak Sekujam," ujarnya.

Ia juga berharap Bujang dan Dara Gawai Dayak dapat menjadi duta budaya yang mampu mempromosikan adat istiadat, pariwisata, serta berbagai potensi pembangunan Kabupaten Sekadau.

Dalam sambutannya, Bupati Sekadau Aron, S.H. mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian Gawai Dayak XV dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan meriah.

Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau, seluruh sub-suku Dayak, pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, perbankan, perusahaan, sponsor, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

"Gawai Dayak ini adalah rumah kita bersama," kata Aron.

Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap dukungan masyarakat Sub-Suku Dayak Benawas yang menjadi tuan rumah budaya tahun ini. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk terus memperjuangkan pembangunan jaringan listrik bagi wilayah-wilayah yang hingga kini belum menikmati aliran listrik.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian bersama demi mewujudkan pemerataan pembangunan.

Selain itu, Aron mendorong agar seluruh rangkaian kegiatan Gawai Dayak XV didokumentasikan dan dibukukan sebagai bagian dari sejarah serta warisan budaya yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

"Kegiatan Gawai Dayak ini harus didokumentasikan dan dibukukan sehingga menjadi bagian dari sejarah dan warisan budaya bagi generasi berikutnya," ujarnya.

Ia juga berharap pembangunan Rumah Betang yang lebih representatif dapat diwujudkan agar pelaksanaan Gawai Dayak pada masa mendatang memiliki ruang yang lebih luas. Menurutnya, inovasi juga perlu terus dilakukan, termasuk menghadirkan perlombaan budaya berskala besar yang mampu menarik lebih banyak peserta dan wisatawan.

Aron berharap Gawai Dayak Kabupaten Sekadau tidak hanya menjadi agenda budaya tingkat daerah, tetapi berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang dikenal secara nasional bahkan internasional.

"Budaya Dayak merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita terus melestarikan, mengembangkan, dan memajukan budaya Dayak," ajaknya.

Menutup sambutannya, Aron mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga nama baik Gawai Dayak dengan tetap memelihara keamanan, kebersihan, ketertiban, serta bijak menggunakan media sosial.

"Jangan sampai muncul pemberitaan atau unggahan di media sosial yang menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan," tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Sekadau secara resmi menutup pelaksanaan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026.

"Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan mengucapkan syukur, Gawai Dayak Kabupaten Sekadau Tahun 2026 yang telah berlangsung sejak 21 hingga 25 Juli 2026 pada malam hari ini secara resmi saya nyatakan ditutup."

Penulis: Ika
Editor: Penanggung Jawab Radio Dermaga


Tinggalkan Komentar

Berita Baru Berita Lainnya