![]() |
| Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kab. Sekadau |
Dalam sambutannya pada acara pembukaan, Jeffray menegaskan bahwa Gawai Dayak bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah momentum penting untuk melestarikan nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan identitas masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Gawai Dayak tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari kemampuan seluruh masyarakat dalam menjaga suasana yang aman, tertib, dan penuh rasa persaudaraan.
“Pekan Gawai Dayak adalah milik kita bersama. Karena itu, mari kita jaga keamanan, ketertiban, dan nama baik Kabupaten Sekadau selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung,” ujar Jeffray.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Gawai Dayak Kabupaten Sekadau selama ini telah mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk media di tingkat provinsi maupun nasional. Oleh karena itu, seluruh masyarakat diminta untuk menunjukkan sikap yang santun dan bertanggung jawab sebagai wujud penghormatan terhadap budaya Dayak.
Selain mengajak masyarakat menjaga ketertiban, Jeffray juga mengingatkan agar pelaksanaan Gawai tidak menjadi beban ekonomi bagi keluarga. Ia menekankan bahwa makna utama Gawai Dayak adalah ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat dan hasil yang diterima, bukan ajang untuk menunjukkan kemewahan.
“Rasa syukur tidak diukur dari besar atau mewahnya perayaan yang dilaksanakan, tetapi dari ketulusan hati dalam mensyukuri berkat yang telah diterima. Jangan sampai pelaksanaan Gawai justru membebani keluarga,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Jeffray turut mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan generasi muda selama pelaksanaan Gawai Dayak. Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah ramainya aktivitas masyarakat selama perayaan berlangsung.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban. Ketua DAD ini juga mengutip ajakan Bapak Uskup Keuskupan Sanggau, terkait dengan gawai.
“Yang paling penting adalah menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita rayakan Gawai Dayak dengan penuh sukacita, namun tetap mengedepankan tanggung jawab, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan dan saya mengutip ajakan Bapak Uskup Sanggau, Mgr. Valentinus supaya Gawai ini jangan menjadi bumerang bagi generasi muda Dayak,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Jeffray Raja Tugam berharap seluruh rangkaian Pekan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses. Ia juga berharap Gawai Dayak menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat, memperkokoh identitas budaya Dayak, serta memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Sekadau kepada masyarakat yang lebih luas.
“Semoga Gawai Dayak tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan warisan budaya leluhur, serta menjaga nama baik Kabupaten Sekadau di mata masyarakat luas,” pungkasnya. (NB)
Editor: Pen.Jab Radio Dermaga
