Sekadau, dermagafm.com – Pekan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., di Betang Youth Center Sekadau, Senin (21/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 25 Juli 2026 itu mengusung tema "Melestarikan Adat dan Budaya Dayak sebagai Jati Diri dalam Membangun Sekadau yang Berbudaya dan Berkelanjutan."
Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak XV, Bernadus Motar, S.Pd., mengatakan Gawai Dayak bukan sekadar festival budaya yang menampilkan tarian, musik, pakaian adat, maupun kuliner tradisional. Menurutnya, Gawai merupakan ruang sejarah dan peradaban masyarakat Dayak yang sarat dengan nilai syukur, persaudaraan, dan penghormatan terhadap Tuhan, alam, serta sesama.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Pekan Gawai Dayak XV didasarkan pada Surat Keputusan Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau Nomor 01.2.08/III/2026 tentang Pembentukan Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana. Tahun ini, Subsuku Dayak Benawas mendapat kehormatan menjadi tuan rumah.
"Melalui tema yang diusung, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mewariskan adat serta budaya Dayak kepada generasi penerus," ujar Bernadus.
Berbagai kegiatan budaya akan digelar selama pelaksanaan Gawai, di antaranya pemilihan Bujang dan Dara Gawai, lomba tari kreasi, vokal lagu Dayak, busana kreasi Dayak, melukis perisai, permainan rakyat, ketapel, menyumpit, hingga gasing.
Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, dan nama baik Gawai Dayak yang selama ini mendapat perhatian luas, termasuk dari media nasional.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri secara ekonomi dalam melaksanakan Gawai.
"Rasa syukur tidak diukur dari kemewahan acara, melainkan dari ketulusan hati. Jangan sampai pelaksanaan Gawai justru membebani keluarga," katanya.
Jeffray juga mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama rangkaian kegiatan berlangsung serta menghindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan agar pelaksanaan Gawai tetap aman dan bermartabat.
Sementara itu, Bupati Sekadau Aron menyampaikan apresiasi kepada Dewan Adat Dayak, panitia, sponsor, seluruh subsuku Dayak, dan masyarakat yang tetap mampu menyelenggarakan Gawai meskipun pemerintah sedang menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
Menurut Aron, Gawai Dayak merupakan bagian penting dalam pelestarian identitas budaya masyarakat Kabupaten Sekadau.
"Gawai menjadi sarana mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar mereka mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan leluhur," ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Subsuku Dayak Benawas atas semangat kebersamaan dalam mempersiapkan pelaksanaan Gawai serta mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan Pekan Gawai Dayak XV.
Menurutnya, Gawai Dayak bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud pelestarian budaya sekaligus ungkapan syukur atas hasil kerja masyarakat.
Di tengah arus globalisasi, kata dia, budaya merupakan benteng identitas yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Krisantus juga menekankan pentingnya masyarakat Dayak terus berdaulat di bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan. Ia menilai semakin banyak putra-putri Dayak yang dipercaya menjadi pemimpin daerah merupakan bukti kemajuan masyarakat Dayak.
Kepada para pelaku investasi, ia meminta agar tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap daerah dengan memenuhi kewajiban sesuai peraturan, termasuk membayar pajak, menggunakan kendaraan berpelat Kalimantan Barat, dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia mendorong pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai sumber energi pembangkit listrik untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan energi di Kalimantan Barat.
Menjelang perayaan Gawai, Wakil Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan minuman beralkohol.
"Tradisi minum dalam budaya Dayak memiliki makna ritual dan tidak boleh dijadikan ajang mabuk-mabukan yang merusak citra budaya Dayak," tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Krisantus mengajak seluruh masyarakat menjaga kerukunan antarsuku dan budaya di Kalimantan Barat.
Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Wakil Gubernur Kalimantan Barat secara resmi membuka Pekan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026.
Pekan Gawai Dayak XV diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat, melestarikan budaya Dayak, sekaligus mendorong pembangunan Kabupaten Sekadau yang berbudaya dan berkelanjutan. (Ika)
Editor: Pen Jab Radio Dermaga
