Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Ritual Mudas di Tapang Tingang, Jeffray Raja Tugam: Bentuk Kearifan Lokal Menjaga Keseimbangan Kampung


Sekadau, dermagafm.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, menyampaikan tanggapan atas pelaksanaan ritual adat Mudas yang digelar masyarakat Dusun Hulu Peniti, Desa Tapang Tingang, pasca peristiwa jatuhnya helikopter pada 18 April 2026 lalu. Kegiatan adat tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya membersihkan kampung dari hal-hal yang dianggap membawa kesialan, setelah wilayah mereka sempat dijadikan lokasi penanganan dan pengangkutan delapan jenazah korban.

Ritual Mudas sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Dayak yang sarat makna spiritual. Upacara ini dipercaya sebagai sarana “buang sial” atau menetralisir energi negatif yang muncul akibat peristiwa duka atau kejadian luar biasa di suatu wilayah. Dalam konteks kejadian jatuhnya helikopter, masyarakat setempat merasa perlu melakukan ritual tersebut demi mengembalikan keseimbangan dan ketenteraman kampung.

Jeffray Raja Tugam menilai bahwa langkah masyarakat Dusun Hulu Peniti merupakan bentuk kearifan lokal yang patut dihormati dan didukung oleh semua pihak. Menurutnya, dalam situasi seperti ini, nilai-nilai adat dan budaya memiliki peran penting dalam memulihkan kondisi psikologis dan sosial masyarakat.

“Kami sangat menghargai pelaksanaan ritual Mudas ini sebagai bagian dari tradisi adat yang hidup dan dijaga oleh masyarakat Dayak. Ini bukan hanya soal kepercayaan, tetapi juga bentuk solidaritas dan upaya bersama untuk memulihkan keadaan kampung setelah peristiwa duka yang terjadi,” ujar Jeffray.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan adat seperti ini, selama tidak bertentangan dengan hukum dan norma yang berlaku. Menurutnya, pendekatan budaya sering kali menjadi cara yang lebih efektif dalam menjaga keharmonisan masyarakat di daerah yang masih kuat memegang adat istiadat.

Peristiwa jatuhnya helikopter pada 18 April lalu memang meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang terlibat langsung dalam proses evakuasi dan penanganan jenazah. Dusun Hulu Peniti menjadi salah satu titik penting dalam proses tersebut, sehingga wajar jika masyarakat merasa perlu melakukan ritual pembersihan secara adat.

Lebih lanjut, Jeffray juga mengajak semua pihak untuk melihat peristiwa ini sebagai momentum memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Ia mengapresiasi kekompakan warga yang bahu-membahu, baik dalam membantu proses evakuasi maupun dalam pelaksanaan ritual adat.

“Kejadian ini memang menyedihkan, namun saya melihat ada kekuatan besar dalam kebersamaan masyarakat. Ritual Mudas ini menjadi simbol bahwa masyarakat tidak hanya berduka, tetapi juga bangkit bersama untuk menjaga keharmonisan dan keselamatan kampung mereka ke depan,” tambahnya.

Selain itu, ia berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah pusat maupun daerah terkait keselamatan transportasi udara, terutama di wilayah pedalaman yang memiliki tantangan geografis cukup berat. Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang.

Pelaksanaan ritual Mudas di Dusun Hulu Peniti berlangsung dengan khidmat dan melibatkan tokoh adat, masyarakat setempat, serta unsur pemuda. Prosesi adat dilakukan sesuai dengan tata cara tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan inti ritual.

Bagi masyarakat Dayak, kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian penting dari kehidupan yang menyatu dengan alam dan spiritualitas. Dengan dilaksanakannya Mudas, masyarakat berharap kampung mereka kembali bersih secara batin dan terhindar dari hal-hal buruk di masa mendatang.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, diharapkan tradisi adat seperti ini tetap lestari dan menjadi bagian dari identitas budaya yang memperkuat karakter masyarakat Sekadau. (NB)

Editor: Pen Jab Radio Dermaga

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Berita Lainnya