![]() |
| Foto: Senam Massal Kampanye Cegah Karhutla |
Seladau, dermagafm.com — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pelestarian lingkungan terus dilakukan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Salah satunya melalui Senam Massal Kampanye Cegah Karhutla, Lingkungan Bersih, dan Hutan Lestari yang digelar UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Sekadau bersama Gerakan Pramuka Saka Wanabakti dan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dilaksanakan pada Minggu (16/8/2026) mulai pukul 06.30 WIB.
Kegiatan melibatkan sekitar 500 pelajar SLTA se-Kabupaten Sekadau serta sekitar 100 anak-anak.
Sumarlin ZBU, SH MH selaku Kepala Unit KHP dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam acara sosialisasi stop karhutla sekaligus peringatan HUT ke-81 RI.
Sumarlin mengatakan bahwa selain senam massal, kegiatan dirangkai dengan promosi hasil hutan bukan kayu, ekowisata, pengenalan flora dan fauna endemik, pengenalan Saka Wanabakti, lomba melukis tingkat SLTA, lomba mewarnai untuk anak usia dini, serta pesta rakyat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sekadau, Apeng Petrus, S.STP., mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, KPH, pelajar, dunia usaha hingga masyarakat.
Menurut Apeng, pelajar memiliki posisi penting sebagai generasi penerus sekaligus agen perubahan dalam menyampaikan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Pelajar merupakan agen perubahan. Kami berharap pesan tentang pencegahan karhutla dan menjaga lingkungan dapat disampaikan kembali kepada teman, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Apeng juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan dapat menyulitkan proses pemadaman.
Ia mengatakan kebakaran tidak selalu terjadi akibat kesengajaan. Kebiasaan sederhana seperti membuang puntung rokok yang masih menyala atau membakar sampah sembarangan juga dapat menjadi pemicu kebakaran.
“Hal-hal kecil harus kita perhatikan, terutama pada musim kemarau. Puntung rokok yang masih menyala maupun pembakaran sampah dapat memicu kebakaran,” katanya.
Selain pencegahan karhutla, DLH Kabupaten Sekadau juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap perubahan iklim, pemanasan global, serta persoalan sampah.
Apeng menyebutkan produksi sampah di wilayah Kabupaten Sekadau mencapai sekitar 13–14 ton per hari. Sampah tersebut berasal dari aktivitas masyarakat sehari-hari sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk mengurangi sekaligus mengelolanya dengan baik.
"Kalau produksi sampah terus meningkat dan tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik, tentu akan semakin membebani tempat pembuangan akhir dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan,” jelasnya.
Ia mengajak masyarakat, terutama pelajar, mulai membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Kegiatan kapanye tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, LG Group, KSP Group, GUNAS Group, MPE Group, PT WSP, PT WLJ, AMS, YPI, dan Solidaridad.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar dan masyarakat tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga mendapatkan pesan mengenai pentingnya menjaga hutan, mengelola sampah, serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Lingkungan bersih, hutan lestari, dan karhutla dicegah bersama. (Ika)
Editor penJab Radio Dermaga Sekadau
