Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Gimana Klo Desa Sei Ringin jadi Desa Wisata?

Sutiyarnak A. Md, Ketua Persatuan Sampan Bidar
Sekadau dan Ketua PKBM Tri Dhaya Sekadau

Sekadau, dermagafm.com - Salah satu ciri masyarakat yang mulai makmur dan mulai sejahtera adalah memiliki waktu luang untuk  berwisata keluarga, atau dengan kawan, rekan mitra usaha. Hal ini mengandaikan adanya tempat wisata yang lebih dekat  dengan aktivitas keseharian masyarakat, seperti Kampung wisata yang ada di kota atau ada di tempat-tempat lain di luar wilayah kita ini. 

Hal ini dikatakan oleh Sutiyarnak A.Md kepada Radio Dermaga saat bertandang sekaligus buka puasa bersama di kediamannnya beberapa waktu lalu. Sutiyarnak adalah salah satu tokoh masyarakat di Desa Sungai Ringin yang juga berniat mencalonkan diri pada momen Pilkades bulan Juli mendatang. 

"Saya melihat potensi wisata di Desa Sungai Ringin ini terutama yang berada di pinggir Sungai Kapuas yang berhadapan langsung dengan pemandangan yang luar biasa terutama bagi orang luar. Misalnya semacam wisata bahari yang menjadikan pemandangan sungai Kapuas dan sekitarnya, bisa  mulai dari kampung paling hilir Desa Sungai Ringin, menuju Desa Mungguk,  menyeberang ke Tanjung bahkan lanjut ke Seberang Kapuas, lalu terus ke  Gua Lawang Kuari yang sudah menjadi ikon Kabupaten Sekadau. Hal ini tentu memerlukan  sarana dan prasarana pendukung lainnya, misalnya kapal wisata seperti yang ada di kota Sanggau. Nah untuk mendukung ini semua perlu penataan Kampung wisata khususnya di jalur pinggir sungai Kapuas di Desa Sungai Ringin dalam berbagai bentuk yang tidak terlalu mahal sehingga banyak orang bisa berpartisipasi, selanjutnya tersedia Wi Fi dan aneka makanan atau kuliner khas Sekadau ataupun kuliner jenis lainnya, "tutur Sutiyarnak yang juga mengelola PKBM Tri Dhaya, juga Ketua Persatuan Sampan Bidar Sekadau. 

Perihal perkembangan Desa Sei Ringin untuk saat ini  menurut Sutiyarnak yang juga anggota Dewan  Pendidikan Kabupaten, sudah maju apalagi desa ini berada di dalam kota Kabupaten Sekadau yang dari segi pembangunannya sudah mengarah ke Sekadau maju, mandiri dan bermartabat. 

"Saya yakin kaum milenial di desa ini sudah banyak yang  berpartisipasi dalam memajukan desanya, apa lagi kalo dikondisikan secara khusus misalnya ada sebuah program kaum milenial membangun desa, atau apapun namanya tentu bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Sekadau. Kalau soal pembangunan fisik tentu kita tidaklag mampu untuk berdiri sendiri dan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, mengikutsertakan semua elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat yang ada di desa,"ujar Sutiyarnak yang ayahnya dari Jawa Barat, sedangkan ibu dari Merapi. 

"Saya juga melihat adanya potensi besar di desa ini, yaitu multi etnis, multi agama di mana bisa menjadi modal utama membangun desa yang saya maksudkan tadi, desa wisata. Saya juga melihat ada adanya potensi kaum muda yang sangat besar, mereka juga banyak yang baru menjadi pemilih pemula, saya malah bermimpi untuk menyatukan semua potensi tersebut dengan terlebih dahulu mendekatkan dengan kawan-kawan kita, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, "tambahnya.

Kembali ke gagasan kampung wisata, Sutiyarnak mengatakan idenya ke depan untuk membentuk jaringan desa wisata di pesisir pantai  Kapuas,  ada kapal untuk penyebrangan ke Lawang Kuari, mungkin nanti berdermaga dari depan SMK Amaliyah dengan pelabuhan mini. Sedangkan secara teoritis, desa wisata  yang kayaknya sesuai untuk di sini yaitu tipe  Wisata Terbuka atau spontaneous. Dalam tipe ini, ada beberapa ciri yang berbanding terbaik dengan tipe terstruktur. Untuk tipe desa wisata tipe terbuka dari hal luas wilayah tidaklah terbatas. Luas wilayah ini bisa berkembang atau terpotong dan bersambung dengan wilayah lainnya, yang selanjutnya untuk tipe desa wisata terbuka yang paling mudah dikenali adalah lokasi wisatanya yang menyatu dengan pemukiman warga. Sehingga produk wisata yang dikembangkan tidak hanya sebatas pesona alam semata, melainkan adat istiadat, produk unggulan desa dan lain sebagainya dan dengan demikian, warga desa bisa berpartisipasi langsung dalam perkembangan desa wisatanya.

"Saya mohon maaf ya pak, ini sekedar  wacana yang bisa dikemas kalau pada saat nya nanti saya bisa ikut serta dalam pilkades. Ini anggap saja bagian dari diskusi dengan radio Dermaga bersama salah satu bakal calon kades, " tutupnya.(Tim) 

Editor Drs.Michael 

Info ini bisa disimak di 100,9 FM atau di dermagafm.com


Tinggalkan Komentar

Berita Baru Berita Lainnya