Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Kalender Yang kita Pakai Saat ini adalah Kalender Gereja Katolik

Kalender Dunia Saat ini adalah Kary Agama/Gereja Katolik

Sekadau, dermagafm.com -  Kalender yang digunakan hampir seluruh dunia saat ini, termasuk pada perangkat digital modern, memiliki sejarah panjang yang berakar pada upaya ilmiah Gereja Katolik untuk memperbaiki kesalahan perhitungan waktu. Hal ini disajikan oleh google Chrome dan diolah oleh Drs. Nico - Alumnus Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan Bandung 1991 dan saat ini sebagai owner Radio Dermaga - pada hari Rabu 31 Desember 2025.

Menurut sejarah Gereja Katolik, awalnya, dunia Barat menggunakan Kalender Julian yang ditetapkan oleh Julius Caesar pada tahun 45 sebelum Masehi. Kalender ini mengasumsikan satu tahun berdurasi 365,25 hari. Namun, perhitungan tersebut ternyata meleset sekitar 11 menit setiap tahun. Meski tampak kecil, kesalahan ini terakumulasi selama berabad-abad hingga menyebabkan pergeseran musim dan ketidaktepatan penentuan hari raya keagamaan, khususnya Paskah.

Jadi, Kalender Yulian dari Yulius Caesar yang diterapkan pada 45 tahun sebelum Yesus lahir, dipakai oleh seluruh dunia hingga abad ke-16 yaitu tahun 1582.

Memasuki abad ke-15, seorang ilmuwan Katolik asal Italia, Aloysius Lilius, menemukan metode matematis untuk memperbaiki sistem kalender tersebut. Sayangnya, Lilius wafat sebelum gagasannya sempat diterapkan secara resmi.

Tiga tahun setelah kematiannya, sang adik, Antonio Lilius, membawa rancangan tersebut ke Vatikan dan menyerahkannya kepada Paus Gregorius XIII. Menyadari urgensi permasalahan ini, Paus kemudian membentuk sebuah komisi ilmiah untuk mengkaji dan menyempurnakan usulan tersebut.

Salah satu tokoh penting dalam komisi tersebut adalah seorang imam Yesuit dan matematikawan ternama, Christophorus Clavius. Clavius berperan besar dalam menyempurnakan aspek teknis perhitungan kalender, termasuk aturan tahun kabisat yang lebih akurat.

Hasil kerja komisi ini akhirnya diresmikan pada tahun 1582, dengan diterbitkannya kalender baru yang kemudian dikenal sebagai Kalender Gregorian. Untuk menyesuaikan kembali kalender dengan musim, sepuluh hari dihapus dari bulan Oktober tahun tersebut, sehingga tanggal 4 Oktober langsung diikuti oleh 15 Oktober 1582.

Pada awalnya, Kalender Gregorian hanya digunakan oleh negara-negara Katolik. Namun seiring waktu, sistem ini diadopsi secara luas oleh berbagai negara di dunia karena ketepatan ilmiahnya. Kini, Kalender Gregorian menjadi standar internasional dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam sistem penanggalan digital di ponsel dan komputer di seluruh dunia, termasuk negara Arab dan Muslim yang menggunakan kalender Islam, namun saat acara dunia, mereka menggunakan kalender Gereja Katolik yang sudah mendunia.

Lebih dari sekadar alat penunjuk tanggal, Kalender Gregorian menjadi bukti kolaborasi antara iman, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan praktis umat manusia dalam memahami dan mengatur waktu.(Ika) 

Editor: Drs. Nico Bohot Penanggung Jawab Radio Dermaga Sekadau

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Berita Lainnya