Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Peran Perempuan Muda Dessi Florentina Buka Tiga Sekolah Adat di Balai Berkuak

Sekadau, dermagafm.com - Kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal terus tumbuh dari generasi muda. Salah satunya ditunjukkan oleh Dessi Florentina, seorang perempuan muda asal Kecamatan Balai Berkuak, yang secara mandiri menginisiasi dan membuka tiga Sekolah Adat sebagai ruang belajar budaya bagi anak-anak usia sekolah dasar (SD). Sekadau 15 April 2025

Langkah ini menjadi terobosan penting di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap menjauhkan generasi muda dari akar budaya mereka sendiri. Melalui Sekolah Adat, Dessi ingin memastikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal, bahasa ibu, tradisi, dan pengetahuan leluhur tetap hidup dan diwariskan sejak dini.

"Tantangan terbesar hari ini adalah bagaimana anak-anak tetap mengenal jati diri budayanya. Sekolah Adat hadir bukan untuk menggantikan sekolah formal, tetapi melengkapinya,” ujar Dessi Florentina saat ditemui Radio Dermaga.

Ketiga Sekolah Adat tersebut tersebar di beberapa desa di Kecamatan Balai Berkuak dan saat ini telah menampung sekitar 150 murid, seluruhnya merupakan anak-anak SD. Kegiatan belajar dilakukan secara rutin dengan metode yang menyenangkan dan kontekstual, seperti belajar melalui cerita rakyat, permainan tradisional, seni tari dan musik lokal, bahasa daerah, hingga pengenalan nilai-nilai adat dan lingkungan.

Menurut Dessi, pendekatan budaya harus dibuat dekat dengan dunia anak-anak. “Kami belajar sambil bermain, bernyanyi, bercerita, dan berkegiatan di alam. Anak-anak terlihat sangat antusias karena ini adalah bagian dari kehidupan mereka sendiri,” jelasnya.

Inisiatif ini juga melibatkan para tetua adat, tokoh masyarakat, serta orang tua murid. Kolaborasi lintas generasi tersebut dinilai penting agar Sekolah Adat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang perjumpaan dan transfer pengetahuan budaya secara langsung.

Respon masyarakat pun sangat positif. Banyak orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka mulai kembali menggunakan bahasa daerah, mengenal adat istiadat, serta menunjukkan rasa bangga terhadap identitas lokalnya.

Tokoh masyarakat Balai Berkuak menyebut kehadiran Sekolah Adat sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya. “Apa yang dilakukan Dessi adalah contoh nyata peran perempuan muda dalam menjaga warisan leluhur,” ujar salah satu tokoh adat setempat.

Ke depan, Dessi Florentina berharap Sekolah Adat yang dirintisnya dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Ia juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat pendidikan berbasis budaya lokal.

Di tengah perubahan zaman, langkah Dessi menjadi bukti bahwa semangat mencintai budaya dapat tumbuh kuat dari tangan generasi muda, demi masa depan identitas bangsa yang tetap berakar. (Ika)

Editor: Pen Jab Radio Dermaga


Tinggalkan Komentar

Berita Baru Berita Lainnya