Sekadau, dermagafm.com — Bupati Sekadau, Aron, SH, membuka kegiatan Akselerasi Hilirisasi Sawit Rakyat yang
digelar di Kabupaten Sekadau, Kegiatan ini menjadi bagian
dari upaya meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan, khususnya bagi petani
kelapa sawit swadaya. Sekadau
Program tersebut difokuskan pada pengembangan
produk turunan sawit berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),
penguatan unit usaha koperasi, serta peningkatan daya saing petani. Melalui
hilirisasi, petani diharapkan tidak lagi bergantung pada penjualan bahan
mentah, melainkan mampu menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi lebih
tinggi.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber
dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, lembaga terkait, hingga pelaku
usaha. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya hilirisasi
sebagai strategi peningkatan kesejahteraan petani.
Ketua Panitia, Sudarno, mengatakan kegiatan
ini diikuti peserta dari 21 desa binaan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS)
Kabupaten Sekadau. Selain sesi materi dari narasumber, kegiatan juga
dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih Ketua SPKS
Kabupaten Sekadau periode 2026–2030.
“Kegiatan ini didukung oleh Badan Pengelola
Dana Perkebunan (BPDP), dan kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti
hingga selesai,” ujar Sudarno.
Ketua SPKS Kabupaten Sekadau, Bernadus Mohtar,
menilai perkembangan perkebunan sawit di daerah cukup pesat, terutama di
kalangan petani swadaya. Namun, selama ini petani masih cenderung fokus pada
penjualan tandan buah segar (TBS).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong
petani agar mulai mengembangkan produk turunan sawit sehingga memiliki nilai
tambah ekonomi,” kata Bernadus.
Ia juga menekankan pentingnya peran koperasi
dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Menurut dia, koperasi tidak hanya
berfungsi sebagai wadah organisasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang
mampu menciptakan nilai tambah.
Sementara itu, Ketua SPKS Nasional, Sabarudin,
mengatakan sejak berdiri pada 2008, SPKS terus berupaya meningkatkan kapasitas
petani melalui edukasi dan kemitraan.
“Potensi sawit tidak hanya pada TBS. Saat ini
sudah ada puluhan hingga ratusan produk turunan sawit yang bisa dikembangkan
melalui UMKM,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan
penyerahan simbolis asuransi kecelakaan kerja kepada enam petani. SPKS
menargetkan dapat membantu 100 petani pada tahun ini, serta turut memberikan
dukungan terhadap pembangunan Gua Maria di Desa Setawar.
Badan Pengelola Dana Perkebunan BPDP, Linda,
yang mengikuti kegiatan secara daring, menyatakan komitmennya untuk terus
mendukung pengembangan UMKM berbasis sawit.
“Kami berharap semakin banyak UMKM yang naik kelas dan mampu menghasilkan
produk yang lebih inovatif,” ujarnya.
Bupati Sekadau, Aron, dalam sambutannya
menegaskan bahwa sektor kelapa sawit merupakan salah satu penopang utama
perekonomian daerah.
“Dalam empat tahun terakhir, pemerintah daerah
telah menyalurkan sekitar 236.000 bibit sawit kepada masyarakat, dengan cakupan
lahan sekitar 1.800 hektar,” kata Aron.
Ia menambahkan, pada masa pandemi Covid-19 tahun
2021–2022, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sekadau tetap berada di atas 5,1
persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Kalimantan Barat. Saat
ini, pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,8 persen, yang salah satunya
didorong oleh sektor perkebunan sawit.
Pemerintah daerah, lanjut Aron, mengapresiasi
peran SPKS dalam memberikan edukasi kepada petani.
“Kami melihat program SPKS memberikan dampak
positif bagi petani di Kabupaten Sekadau, terutama dalam meningkatkan pemahaman
dan praktik pengelolaan kebun yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap
petani sawit di Sekadau mampu bertransformasi dari produsen bahan mentah
menjadi pelaku usaha berbasis hilirisasi yang berdaya saing tinggi.(Ika)
Editor penJab radio dermaga Sekadau
