![]() |
| Foto bersama Mahasiswa dan Dosen ITKK Jurusan Agroteknologi, didukung Sabang Merah dan Radio Dermaga Sekadau |
Sekadau, dermagafm.com – Mahasiswa Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) dari jurusan Agroteknologi melaksanakan kegiatan pengenalan obat tradisional khas suku Dayak sub suku Taman di Dusun Kebiuk, masuk sekitar 4 km ke dalam, Desa Rirang Jati, pada Rabu, 9 April.
Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Heri bersama salah satu dosen ITKK sebagai bentuk upaya pelestarian pengetahuan lokal sekaligus edukasi kepada generasi muda.
Kegiatan berlangsung dengan melibatkan masyarakat setempat serta tokoh adat yang masih memahami secara mendalam penggunaan tanaman obat tradisional. Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung melihat proses pengambilan dan pengolahan bahan alami yang digunakan dalam pengobatan tradisional.
Koordinator kegiatan, Heri menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan hayati lokal sekaligus kearifan budaya masyarakat Dayak.
“Kegiatan ini penting untuk membuka wawasan mahasiswa bahwa ilmu pertanian tidak hanya soal produksi, tetapi juga berkaitan dengan pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Heri.
Sementara itu, dosen pendamping dari ITKK Erwin menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa agar lebih memahami hubungan antara ilmu pengetahuan modern dan tradisi lokal.
“Kami ingin mahasiswa mampu mengkaji dan mendokumentasikan pengetahuan lokal seperti ini agar tidak hilang ditelan zaman. Ini juga menjadi bagian dari pengembangan riset berbasis kearifan lokal,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan berbagai 6 jenis tanaman obat yang biasa digunakan oleh masyarakat Dayak Taman, mulai dari akar, daun, hingga kulit kayu yang dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Proses pengolahan yang masih tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.
Salah satu mahasiswa peserta mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena memberikan pengalaman baru yang tidak didapatkan di ruang kelas.
“Kami sangat senang bisa belajar langsung dari masyarakat. Ini pengalaman berharga karena kami bisa melihat dan mencoba sendiri bagaimana obat tradisional dibuat,” katanya.
Tokoh pengobatan tradisional setempat, Apu Ajono (85), yang berasal dari Dusun Kebiuk, yang tidak menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Ia dengan sabar menjelaskan berbagai jenis tanaman serta manfaatnya kepada para mahasiswa.
“Tanaman di hutan ini banyak yang bisa jadi obat, asal kita tahu cara pakainya. Dulu orang tua kami selalu mengajarkan ini supaya bisa menjaga kesehatan tanpa harus bergantung pada obat modern,” tutur Apu.
Apu juga menjelaskan pada Radio bahwa hari ini mereka mahasiswa ITKK sudah dikenalkan 6 macam obat tradisional yg dulu dipakai oleh nenek moyang, di antaranya obat untuk batuk, demam, stroke ringan, sakit perut dll yang semua nya diambil dari alam dan karena itu pak Apu berharap agar generasi muda juga turut serta memelihara bumi alam di sekitar nya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian pengetahuan obat tradisional yang semakin jarang dipraktikkan oleh generasi muda. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mendokumentasikan hasil pembelajaran sebagai bahan penelitian dan pengembangan di masa depan.
Melalui kegiatan ini, ITKK menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu akademik dengan kearifan lokal, sekaligus mendukung pelestarian budaya masyarakat Dayak di Kabupaten Sekadau.(NB)
Editor penJab radio dermaga Sekadau
