![]() |
| Wabup Sekadau, Subandrio membuka KKF 4 dengan memukul gong 7 kali |
Dalam sambutannya, CEO CUKK Hilarius Gimawan SE MM menyampaikan bahwa Keling Kumang Festival merupakan rangkaian kegiatan besar CUKK yang dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Menurutnya, kegiatan intelektual dan kebudayaan dipadukan dalam satu semangat pelestarian budaya Dayak.
“KKF ini merupakan kegiatan CUKK, di mana Iban Summit III dilaksanakan di Institut Teknologi Keling Kumang di Kota Sekadau, sementara di Tapang Sambas digelar berbagai festival budaya dan perlombaan tradisional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai kegiatan budaya dilaksanakan untuk melibatkan generasi muda agar semakin mengenal tradisi leluhur. Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat ialah lomba Bujang Keling dan Dara Kumang yang tahun ini diikuti puluhan peserta.
“Tahun ini sudah mendaftar sebanyak 23 peserta, terdiri dari 15 calon Dara Kumang dan 8 calon Bujang Keling,” katanya.
Selain itu, festival juga diramaikan dengan berbagai lomba tradisional seperti gasing, ketapel, nyumpit, hingga lomba Bejaneh atau lomba lagu tradisional Dayak. Menurut panitia, seluruh perlombaan tersebut bertujuan menghidupkan kembali permainan dan seni tradisional yang mulai jarang dimainkan generasi muda.
Sementara itu, Ketua Pengurus atau BOD CUKK, Dr. Drs. Stefanus Masiun, dalam sambutannya menyampaikan pandangannya mengenai arah kehidupan manusia di tengah perkembangan dunia modern saat ini. Ia mengatakan bahwa manusia saat ini dihadapkan pada tiga pandangan hidup besar.
“Terdapat tiga pandangan dalam hidup kita, yakni tradisionalisme, memandang hidup dari segi tradisional budaya lokal, jaga hutan dan lain-lain, kemudian faham modernisme, dan pandangan ketiga yang mengambil hal-hal positif dari tradisionalisme dan modernisme,” ungkapnya.
Menurut Stefanus Masiun, pandangan yang ketiga tersebut menjadi jalan tengah agar manusia tetap mampu berkembang mengikuti kemajuan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan tanggung jawab terhadap alam.
“Tujuannya agar manusia tetap menjaga budaya dan alam yang lestari serta menciptakan masa depan yang sejahtera,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa budaya bukan sekadar simbol atau seremoni, melainkan nilai hidup yang harus diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, festival budaya seperti KKF dinilai penting sebagai media pendidikan budaya sekaligus penguatan identitas masyarakat Dayak.
Apresiasi terhadap pelaksanaan festival juga disampaikan Ketua Dewan Adat Dayak, Jefrray Raja Tugam SE. Ia menilai kegiatan yang digagas CUKK tersebut menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah derasnya pengaruh globalisasi.
“Kami sangat mengapresiasi Festival CUKK ini karena mampu menjadi ruang pelestarian budaya Dayak sekaligus mempertemukan generasi muda dengan nilai-nilai adat dan tradisi,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Menurutnya, budaya Dayak memiliki kekayaan nilai yang sangat besar dan perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.
Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sekadau terhadap pelaksanaan Keling Kumang Festival IV. Ia mengatakan bahwa festival budaya memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
“Pemerintah Kabupaten Sekadau menyambut baik kegiatan Keling Kumang Festival ini sebagai upaya pelestarian budaya, menjaga alam, dan membangun masa depan ekonomi masyarakat yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam festival kali ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana pembangunan daerah harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan budaya lokal.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai budaya daerah serta menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Keling Kumang Festival IV diharapkan menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Dayak di Kabupaten Sekadau. Dengan semangat budaya lestari, alam terjaga, dan masa depan sejahtera, festival ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan budaya, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat lokal.
Sebagai bagian dari event ini, setiap malam diadakan acara hiburan dengan artis Dayak, yakni malam ini Masardy, Dessy dan Luna. (NB)
Editor: Pen Jab Radio Dermaga

