![]() |
| Pelajaran Memasak dengan Bambu |
Kegiatan
tersebut dilaksanakan dengan membawa para peserta masuk ke kawasan hutan di
sekitar wilayah adat. Di lokasi itu, para peserta diajak mengenal jenis-jenis
bambu yang dapat digunakan untuk memasak, cara memilih bambu yang tepat, hingga
teknik memasak makanan secara tradisional menggunakan bahan-bahan yang tersedia
di alam.
Menurut
Dessy, pembelajaran di Sekolah Adat Arus Kualant tidak hanya berfokus pada
teori, tetapi juga praktik langsung agar peserta dapat memahami hubungan erat
antara masyarakat Dayak dengan hutan. Melalui kegiatan memasak dengan bambu,
anak-anak diperkenalkan pada cara hidup yang ramah lingkungan dan tidak
menghasilkan banyak limbah.
Ia
menjelaskan bahwa tradisi memasak menggunakan bambu merupakan salah satu contoh
bagaimana masyarakat Dayak memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana tanpa
merusak lingkungan. Pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dari identitas
budaya yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Orang
Dayak sejak dahulu hidup berdampingan dengan hutan. Memasak dengan bambu adalah
salah satu contoh bagaimana leluhur kita memanfaatkan alam secukupnya tanpa
merusaknya. Pengetahuan seperti ini harus terus diwariskan kepada anak-anak,”
ujar Dessy.
Selama
kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan
yang diajarkan. Mereka belajar mempersiapkan bambu, memasukkan bahan makanan,
hingga proses memasak di atas api seperti yang dilakukan oleh masyarakat Dayak
pada masa lalu.
Bagi
Dessy, membawa peserta langsung ke hutan merupakan cara terbaik untuk
mengenalkan nilai-nilai pelestarian lingkungan. Ia menilai anak-anak akan lebih
mudah memahami pentingnya menjaga alam ketika mereka merasakan sendiri manfaat
yang diberikan oleh hutan.
“Saya
ingin peserta sekolah adat memahami bahwa hutan bukan hanya tempat mengambil
hasil alam, tetapi juga ruang belajar, sumber kehidupan, dan bagian dari budaya
kita. Karena itu, menjaga hutan berarti menjaga masa depan masyarakat Dayak
sendiri,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Adat Arus Kualant terus berupaya menanamkan kecintaan terhadap budaya dan lingkungan, sekaligus memastikan pengetahuan tradisional masyarakat Dayak tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.
