Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Sekolah Adat Radio Dermaga Sekadau Jalin Koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar

Foto bersama Kabid Kebudayaan bersama teamnya dan Rombongan Sekolah Adat Sekadau 
Sekadau, dermagafm.com  – Upaya memperkuat pelestarian budaya lokal terus dilakukan oleh Sekolah Adat Dermaga Sekadau. Perwakilan Sekolah Adat Dermaga Sekadau yang dipimpin oleh Nico Bohot melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Luh Gede Suparyani, pada hari Kamis 29 April 2026

Kunjungan tersebut bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi antara Sekolah Adat Dermaga Sekadau dengan pemerintah daerah, khususnya dalam upaya pelestarian budaya lokal, penguatan pendidikan berbasis budaya, serta pengembangan sekolah adat sebagai ruang belajar bagi generasi muda.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Luh Gede Suparyani menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Radio Dermaga Sekadau dan Nico Bohot yang dinilai konsisten mengampanyekan pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus perubahan zaman. Menurutnya, langkah mendirikan sekolah adat merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Radio Dermaga dan Pak Nico Bohot yang selama ini secara konsisten mengampanyekan pelestarian budaya lokal. Kehadiran sekolah adat menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki kesadaran dan komitmen untuk menjaga identitas budaya daerah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk suatu saat dapat mengunjungi Kabupaten Sekadau secara langsung. Menurutnya, Sekadau merupakan salah satu daerah di Kalimantan Barat yang dikenal memiliki kekayaan adat istiadat, tradisi, serta kearifan lokal yang masih hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat hingga saat ini.

“Sekadau memiliki banyak kekayaan budaya yang menarik untuk dipelajari. Kami berharap pada kesempatan mendatang dapat berkunjung langsung dan melihat berbagai kegiatan pelestarian budaya yang dilakukan masyarakat di sana,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Luh Gede Suparyani juga menyoroti tantangan pelestarian budaya lokal di masa depan. Ia menilai perkembangan teknologi informasi dan masuknya berbagai pengaruh budaya dari luar merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Namun demikian, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk tetap mempertahankan identitas budayanya.

“Jangan sampai budaya asing menggantikan budaya lokal yang telah diwariskan oleh leluhur. Kita boleh belajar dari budaya luar, tetapi akar budaya sendiri harus tetap menjadi pegangan utama. Generasi muda perlu terus diperkenalkan dengan bahasa, adat, seni, dan nilai-nilai budaya daerahnya,” tegasnya.

Sementara itu, Nico Bohot selaku pimpinan Radio Dermaga Sekadau sekaligus penggerak Sekolah Adat Dermaga menyampaikan bahwa dukungan pemerintah sangat penting dalam memperkuat gerakan pelestarian budaya dan lingkungan yang selama ini dilakukan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah terus mendukung berbagai gerakan masyarakat yang peduli terhadap pelestarian budaya dan hutan. Sekolah adat hadir sebagai ruang belajar bagi generasi muda agar mengenal identitasnya sendiri sekaligus memahami pentingnya menjaga alam yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat adat,” kata Nico.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih luas antara Sekolah Adat Dermaga Sekadau dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal bagi generasi mendatang. (NB)

Tinggalkan Komentar

Berita Baru Berita Lainnya