Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Dari Belajar Otodidak hingga Mengajar Anak-anak, Delly Tekuni Musik Sapek untuk Lestarikan Budaya Dayak

 

Delly Sapek di depan anak-anak SDN Tetangga

Sekadau, dermagafm.com  – Kecintaan terhadap budaya Dayak membawa Delly, adik kandung Plorenthina Dessy yang juga aktivis Sekolah Adat Arus Kualant, menekuni alat musik tradisional sapek secara otodidak. Berawal dari ketertarikan mendengar alunan musik sapek, kini Delly tidak hanya mampu memainkan alat musik khas Dayak tersebut, tetapi juga mengajarkannya kepada anak-anak di lingkungan sekolah adat. Informasi ini dikrimkan oleh Plorenthyna Dessy kepada radio Dermaga belum lama ini.

Menurut Delly, proses belajar yang ia jalani tidaklah mudah. Tanpa mengikuti pendidikan musik formal, dirinya belajar secara mandiri dengan mengamati para pemain sapek, berlatih secara rutin, serta memanfaatkan berbagai referensi yang tersedia.

“Saya belajar sapek secara otodidak. Awalnya hanya melihat dan mendengarkan orang bermain, lalu mencoba sendiri. Memang tidak mudah, tetapi karena saya suka, saya terus berlatih sampai akhirnya bisa memainkan beberapa lagu,” ujar Delly.

Ketekunan tersebut membuahkan hasil. Saat ini Delly dipercaya membantu mengenalkan dan mengajarkan musik sapek kepada anak-anak di Sekolah Adat Arus Kualant. Baginya, mengajar merupakan bagian dari upaya menjaga agar seni dan budaya Dayak tetap dikenal oleh generasi muda.

“Saya merasa senang bisa berbagi ilmu dengan anak-anak sekolah adat. Harapan saya mereka tidak hanya bisa memainkan sapek, tetapi juga mencintai budaya sendiri dan bangga menjadi bagian dari masyarakat Dayak,” katanya.

Hobi bermusik yang ditekuninya juga membuka berbagai pengalaman baru. Delly mengaku pernah berkesempatan mengunjungi Bali berkat aktivitas dan kecintaannya terhadap musik tradisional. Pengalaman tersebut menjadi motivasi tersendiri untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus memperkenalkan budaya Dayak kepada masyarakat yang lebih luas.

“Musik sapek telah membawa saya bertemu banyak orang dan bahkan pernah mengantarkan saya ke Bali. Dari situ saya semakin yakin bahwa budaya kita memiliki nilai yang tinggi dan layak diperkenalkan ke mana-mana,” ungkapnya.

Delly berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari alat musik tradisional. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan cerita, tetapi juga harus diwujudkan melalui praktik dan keterlibatan langsung anak-anak dalam berbagai kegiatan seni budaya.

Melalui dedikasinya di Sekolah Adat Arus Kualant, Delly menjadi salah satu contoh anak muda yang terus berupaya menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Tinggalkan Komentar

Berita Baru Berita Lainnya