Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

IMP Bekali Relawan Lewat Pelatihan Pemetaan Partisipatif untuk Persiapan Hutan Adat Entobas

 

Foto bersama Narasumber dan peserta training pemetaan partisipatif IMP

Sekadau, dermagafm.com – Institut Menua Punjung (IMP) menggelar pelatihan pemetaan partisipatif selama dua hari sebagai langkah awal mempersiapkan proses pemetaan Hutan Adat Mungguk Botong di Kampung Entobas, Desa Semabi, Kecamatan Sekadau Hilir.

Kegiatan yang berlangsung hari Jumat dan Sabtu, 1 dan 2 Mei di Lupung Coffee tersebut diikuti oleh 10 orang relawan dan dilaksanakan setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB. Pelatihan menghadirkan dua narasumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Sekadau, yakni Soni, SP dan Seto, SP, yang memberikan materi mengenai dasar-dasar pemetaan lapangan, penggunaan Global Positioning System (GPS), serta teknik pengambilan titik koordinat yang akurat.

Direktur Institut Menua Punjung mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para relawan agar memiliki keterampilan dasar dalam melakukan pemetaan partisipatif sebelum turun langsung ke kawasan Hutan Adat Mungguk Botong bersama masyarakat adat.

"Relawan akan menjadi bagian penting dalam proses pengumpulan data spasial di lapangan. Karena itu mereka harus memahami teknik penggunaan GPS, membaca koordinat, pencatatan data, hingga etika bekerja bersama masyarakat adat," jelasnya.

Dalam pemaparannya, Soni, SP menegaskan bahwa perangkat GPS merupakan alat yang sederhana, mudah digunakan, namun memiliki tingkat akurasi yang memadai untuk kegiatan pemetaan kawasan hutan masyarakat.

"GPS merupakan alat yang cukup sederhana untuk digunakan dalam pemetaan hutan seperti di kawasan Mungguk Botong. Yang terpenting adalah memahami cara pengoperasian dan pencatatan titik koordinat secara benar," ujar Soni.

Hal senada disampaikan Seto, SP. Menurutnya, keberhasilan pemetaan bukan hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga ketelitian pengguna dalam mengambil data di lapangan.

"GPS merupakan alat yang praktis dan efektif. Namun hasil pemetaan akan sangat ditentukan oleh ketelitian tim dalam mengambil titik koordinat serta mencatat setiap informasi lapangan dengan baik," kata Seto.

Selain materi teori, peserta juga dikenalkan dengan praktik penggunaan GPS, simulasi pengambilan titik koordinat, pengenalan jalur pemetaan, serta teknik dokumentasi data yang akan diterapkan saat pemetaan Hutan Adat Mungguk Botong.

Melalui pelatihan ini, IMP berharap para relawan memiliki kesiapan teknis sehingga proses pemetaan partisipatif di Kampung Entobas dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan melibatkan masyarakat secara aktif. Hasil pemetaan nantinya akan menjadi salah satu dokumen pendukung dalam upaya pengakuan dan perlindungan Hutan Adat Mungguk Botong sebagai wilayah kelola masyarakat hukum adat Suku Benawas. (FJ)

Tinggalkan Komentar

Berita Baru Berita Lainnya