![]() |
| Bunda PAUD saat bersama anak-anak TK Santa Gema Sekadau |
Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi antara orang tua dan lembaga pendidikan mengenai pola asuh anak serta kesiapan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju Sekolah Dasar (SD).
Dalam arahannya, Magdalena Susilawati Aron menyoroti masih banyaknya orang tua yang merasa khawatir apabila anak mereka belum mampu membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) sebelum masuk SD. Menurutnya, kekhawatiran tersebut sering kali membuat anak usia dini mendapatkan tekanan belajar yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya.
“Di PAUD, anak-anak cukup diperkaya kosakatanya, pemahaman lisan, serta pengenalan huruf dan angka. Tidak wajib harus pandai membaca dan menghitung. Kenyataannya, banyak orang tua memberikan les karena takut anak ketinggalan, padahal proses di usia ini haruslah menyenangkan,” ujar Magdalena.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pendidikan PAUD bukan mengejar kemampuan akademik semata, melainkan membangun perkembangan kognitif, sosial emosional, karakter, dan literasi dasar anak. Karena itu, proses belajar harus dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak.
Magdalena juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sekadau telah menerbitkan surat edaran yang melarang tes Calistung sebagai syarat penerimaan peserta didik baru di tingkat SD. Menurutnya, masa usia dini berlangsung hingga usia delapan tahun atau sekitar kelas dua SD sehingga proses transisi dari PAUD ke SD perlu dilakukan secara bertahap tanpa tekanan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sekitar 80 persen perkembangan otak manusia terjadi pada usia 0 hingga 6 tahun. Pada periode tersebut, terjadi ribuan koneksi saraf setiap detik yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.
“Masa ini adalah jendela emas yang tidak boleh terlewatkan. Ada empat pilar utama yang dilakukan di PAUD, yaitu mengenal lingkungan, bahasa dan komunikasi, bersosialisasi, serta kemandirian dan disiplin,” katanya.
Melalui program ABOH Sekolah atau Ayo Bersama Optimalkan Harapan dengan Sekolah, Bunda PAUD Kabupaten Sekadau mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk mendukung gerakan wajib belajar satu tahun pra-sekolah. Ia juga berharap informasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat, terutama keluarga di wilayah pedesaan yang belum memiliki akses optimal terhadap layanan PAUD.
“Investasi terbaik untuk masa depan bangsa bukan berupa materi semata, melainkan pendidikan anak-anak kita sejak dini. Saya mengajak seluruh orang tua untuk semakin sadar akan pentingnya masa emas tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut diisi dengan edukasi parenting, diskusi bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sekadau mengenai pentingnya Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai bagian dari perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.
(Rilis/Radio Dermaga Sekadau)
.jpeg)