Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Bupati Sekadau Resmi Tutup Program Wahana Visi Indonesia Setelah 15 Tahun Dampingi Masyarakat

Foto: Penerima Penghargaan

Sekadau, dermagafm.com  – Bupati Sekadau, Aron, S.H., secara resmi menutup Program Pengembangan Masyarakat untuk Kesejahteraan Anak melalui pendanaan sponsorship Wahana Visi Indonesia (WVI) di Kabupaten Sekadau,  Penutupan tersebut menandai berakhirnya perjalanan kemitraan selama kurang lebih 15 tahun yang telah memberikan berbagai dampak positif bagi masyarakat, khususnya di 16 desa yang tersebar di Kecamatan Sekadau Hilir dan Kecamatan Nanga Taman. Rabu (5/8/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau, Petronila Eli, S.P., M.A.P., mengatakan Wahana Visi Indonesia telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak selama sekitar 15 tahun.

Menurut Petronila Eli, sinergi yang semakin kuat sejak 2023 telah mempercepat berbagai program perlindungan anak dan turut mengantarkan Kabupaten Sekadau meraih predikat Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama pada 2025.

Ia menyebutkan berbagai program yang telah dilaksanakan bersama, antara lain penguatan pola pengasuhan di desa, pembentukan Tim Perlindungan Anak Desa dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), pendampingan anak yang berhadapan dengan hukum, pelatihan perlindungan anak, penguatan Forum Anak, penyusunan Rencana Aksi Daerah Kabupaten Layak Anak, hingga dukungan terhadap penyelenggaraan Hari Anak Nasional.

"Berakhirnya program bukan berarti perjuangan dalam perlindungan anak ikut berakhir. Justru ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melanjutkan dan mengembangkan berbagai capaian yang telah dibangun," ujarnya.

Petronila Eli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan, staf, relawan, sponsor, dan seluruh mitra yang telah berkontribusi selama program berlangsung, sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kemitraan masih terdapat berbagai kekurangan.

Pada kesempatan yang sama, Asteria Aritonang, Resource Development and Communication (RDC) Director Wahana Visi Indonesia, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, tokoh agama, relawan, kelompok masyarakat, Forum Anak, serta seluruh mitra yang telah mendukung pelaksanaan program selama 15 tahun.

Ia menegaskan bahwa meskipun Sponsorship Area Program Sekadau telah berakhir, semangat kolaborasi dan perubahan yang telah dibangun diharapkan tetap menjadi milik masyarakat Kabupaten Sekadau.

"Wahana Visi Indonesia masih akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Program WASH for Malnutrition hingga September 2028," katanya.

Secara daring dari Jayapura, Fransina Yoleri menyampaikan rasa syukur dapat mengikuti perayaan penutupan program. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menandai berakhirnya sebuah program, melainkan menjadi momentum merayakan keberhasilan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan anak.

Fransina menjelaskan Program Pengembangan Masyarakat telah berjalan sejak 2010 dan menjangkau 16 desa di Kecamatan Sekadau Hilir dan Kecamatan Nanga Taman. Selama pelaksanaannya, program berhasil meningkatkan kesehatan masyarakat, memperkuat ekonomi keluarga, memperluas akses pendidikan anak, meningkatkan kesadaran terhadap hak-hak anak, memperkuat perlindungan serta partisipasi anak, hingga menciptakan lingkungan yang lebih mendukung tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Camat Nanga Taman, Roberthus Robby, S.Sos., M.E., menyampaikan bahwa pendampingan Wahana Visi Indonesia telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program yang awalnya menjangkau enam desa berkembang menjadi delapan desa sejak 2023.

Ia menyebutkan berbagai capaian, seperti meningkatnya kepemilikan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA), serta semakin luasnya akses masyarakat terhadap air bersih. Saat ini sekitar 79 persen penduduk Kecamatan Nanga Taman telah memperoleh akses air minum layak, dan pemerintah berencana membangun delapan titik sarana air bersih baru di delapan desa.

Penutupan Program Pengembangan Masyarakat Wahana Visi Indonesia menjadi akhir dari satu fase pengabdian sekaligus awal bagi Pemerintah Kabupaten Sekadau dan masyarakat untuk melanjutkan berbagai inisiatif yang telah dibangun bersama. Semangat kolaborasi yang telah tumbuh selama 15 tahun diharapkan tetap menjadi fondasi dalam mewujudkan Kabupaten Sekadau yang semakin sejahtera, ramah anak, dan berkelanjutan.

Maya Thomas, Regional Program Manager, Program Excellence and Impact Delivery, World Vision Canada, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa penutupan Program Pengembangan Masyarakat Wahana Visi Indonesia (WVI) di Kabupaten Sekadau bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal bagi masyarakat untuk melanjutkan berbagai perubahan yang telah dibangun bersama selama 15 tahun terakhir.

Menurutnya, keberhasilan yang dirayakan bukan semata-mata milik WVI, melainkan hasil kerja keras seluruh masyarakat Kabupaten Sekadau. Perubahan tersebut terwujud berkat komitmen para orang tua, relawan, pemerintah, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, pendidik, serta anak-anak yang berani menyuarakan hak-haknya dan terlibat aktif dalam pembangunan.

Ia menilai capaian terbesar bukan hanya pembangunan fisik, seperti meningkatnya akses air bersih, tetapi juga terbentuknya sistem perlindungan anak di tingkat desa, lahirnya berbagai peraturan yang berpihak kepada

Dalam sambutannya, Bupati Aron menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Wahana Visi Indonesia atas dedikasi dan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, pemberdayaan masyarakat, serta penyediaan air bersih dan sanitasi.

"Kolaborasi yang telah terjalin selama ini menghasilkan berbagai capaian yang membanggakan. Semua keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh mitra pembangunan," ujar Aron.

Ia menjelaskan, Kabupaten Sekadau berhasil mencatat sejumlah prestasi penting, di antaranya menjadi kabupaten pertama di Kalimantan Barat yang mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) serta meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Pratama Tahun 2025. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memenuhi hak-hak anak.

Meski Program Pengembangan Masyarakat WVI resmi berakhir, Aron menegaskan kemitraan belum sepenuhnya selesai. Program penyediaan air minum dan sanitasi masih akan dilanjutkan hingga tahun 2028 melalui Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) for Malnutrition Project.

"Kami berharap seluruh capaian yang telah diraih dapat terus dipelihara dan dikembangkan oleh masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Sekadau yang semakin maju dan ramah bagi anak," katanya

.Penulis: Ika

Editor: Penanggung Jawab Radio Dermaga

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Berita Lainnya