Play
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar
dermagaFm | Radio Streaming Kalbar

Sekadau Masih Kategori Pratama, Sekda Kabupaten Sekadau, Ir. Mohammad Isa, M. Si: Kabupaten Layak Anak Tak Bisa Dibebankan ke Pemerintah

 


Sekadau, dermagafm.com – Pemerintah Kabupaten Sekadau tidak ingin program Kabupaten Layak Anak (KLA) berhenti pada pencapaian predikat atau kelengkapan administrasi. Pemenuhan hak dan perlindungan anak dinilai harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Mohammad Isa, saat diwawancara Radio dermaga,pada hari kamis 3 Septyember 2026 di ruang kerja nya menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak.

Menurut Isa, pemerintah perlu membangun kolaborasi dengan aparat penegak hukum, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, media massa hingga masyarakat.

“Tujuan utama program Kabupaten Layak Anak adalah memastikan hak-hak anak terpenuhi sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang, merasa aman, serta memiliki kesempatan meraih cita-cita tanpa diskriminasi dan keterbatasan,” kata Isa.

Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah upaya Kabupaten Sekadau meningkatkan capaian KLA. Berdasarkan evaluasi mandiri KLA Tahun 2024 yang dilakukan pada 2025, Sekadau memperoleh nilai 661. Namun, setelah melalui proses verifikasi kementerian, nilainya menjadi 590 dan masih berada pada kategori Pratama.

Kondisi tersebut menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pemerintah daerah tidak cukup hanya mengejar peningkatan skor, tetapi juga memastikan kebijakan dan program yang dibuat benar-benar dirasakan anak dan keluarga.

Isa meminta seluruh perangkat daerah dan anggota Gugus Tugas KLA memperhatikan pelaksanaan program sekaligus kelengkapan dokumentasinya.

Menurut dia, salah satu persoalan yang masih ditemukan adalah kegiatan yang sebenarnya telah dilaksanakan, tetapi tidak didukung dokumentasi yang memadai.

“Dokumen seperti undangan, notulen rapat, dokumentasi kegiatan, dan dokumen pendukung lainnya penting dalam proses evaluasi dan penilaian KLA,” ujarnya.

Namun, tantangan KLA tidak berhenti pada persoalan administrasi.

Berbagai persoalan seperti kekerasan terhadap anak, putus sekolah, perkawinan usia dini, penyalahgunaan narkoba, serta persoalan sosial lainnya membutuhkan pencegahan dan penanganan secara lintas sektor.

Karena itu, Isa menekankan perlunya keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar perlindungan anak tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama.

“Keberhasilan mewujudkan Kabupaten Layak Anak membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sekadau saat ini juga mulai mempersiapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA periode 2027–2031. Evaluasi RAD KLA 2023–2026 menjadi pijakan untuk melihat program yang telah berjalan, kendala yang masih dihadapi, serta langkah perbaikan ke depan.

Namun, peningkatan predikat seharusnya tidak menjadi tujuan akhir.

Esensi Kabupaten Layak Anak adalah memastikan anak memperoleh pendidikan, kesehatan, perlindungan, lingkungan yang aman, serta ruang untuk menyampaikan pendapat.

Karena itu, tantangan Sekadau ke depan bukan hanya bagaimana menaikkan angka penilaian KLA, tetapi bagaimana memastikan setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan anak.

Isa pun mendorong seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama agar cita-cita menjadikan Sekadau sebagai kabupaten yang benar-benar ramah terhadap anak tidak berhenti sebagai slogan.

Penulis: Ika
Editor: Penanggung Jawab Radio Dermaga

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Berita Lainnya